Hipnotis Uya Kuya
Uya Kuya, nama artis yang populer di dunia hiburan dan televisi tanah air saat ini. Namanya tidak terlalu terkenal saat masih bergabung dalam grup musik Tofu. Namun, saat membawakan acara hiburan hipnotis (baca: hipnosis), nama dan karirnya kian melejit. Sebuah lompatan karir yang sukses.
Secara karir Uya Kuya memang boleh dibilang sukses besar dengan membawakan acara hipnotisnya. Ia bisa menggeser Rommy Rafael yang lebih dahulu sukses membawakan acara hipnotis di televisi. Hanya saja, acara tersebut saya nilai tidak mendidik. Belum lagi tentang apakah benar Uya Kuya melakukan hipnotis secara benar?
Jika dibilang untuk hiburan, saya kira hipnotis Uya Kuya termasuk berhasil. Orang tertawa melihat aksi Uya Kuya menghipnotis 'korban/suyet'. Dan, banyak pemirsanya sehingga acaranya terus tayang.
Sebagai praktisi hipnosis dan hipnoterapi, saya memiliki pandangan yang berbeda. Uya Kuya, secara tidak langsung telah memberikan pengetahuan yang keliru tentang hipnotis kepada masyarakat. Setidaknya, beberapa orang, sebagian besar klien saya menganggap atau berpikiran bahwa hipnotis adalah seperti yang dilakukan Uya Kuya. Punya kesan negatif. Hipnotis identik untuk lucu-lucuan dan buka-buka rahasia seperti yang ada di televisi.
Sesungguhnya ini adalah bagian tanggung jawab kami, para praktisi hipnosis dan hipnoterapi untuk meluruskan pemahaman tentang hipnotis. Menurut saya, proses hipnosis yang dilakukan Uya Kuya perlu diragukan. Berdasar pengalaman, dalam kondisi terhipnosis, bicara seseorang menjadi cenderung pelan, berat, dan ada jeda yang agak lama. Belum lagi dengan nafas, tubuh maupun mimik muka, dalam acara hipnotis Uya Kuya terkesan dibuat-buat.
Tentu saja akan lebih jelas jika saya bisa melihatnya secara langsung pada saat acara. Meski begitu, cukuplah saya memikirkan itu sebagai hiburan belaka. Mengenai apakah benar-benar sudah terhipnosis 'korban/suyet'nya? Saya kira, pemirsalah yang telah terhipnosis oleh acara itu. Mereka tertawa, mereka senang melihat orang 'dikerjain'. Dan, itulah yang diinginkan dari acara itu, menghibur pemirsa.
Belakangan, Uya Kuya tidak menyebut apa yang ia lakukan dengan hipnotis melainkan relaksasi. Hanya mengganti nama, namun melakukan hal yang sama. Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan lagi bahwa hipnosis maupun hipnoterapi tidaklah seperti hipnotis Uya Kuya. Memang ada kemiripan, hanya saja proses maupun hasilnya yang berbeda. Selain memang tujuannya berbeda.
Jika anda sedang mengalami masalah emosi dan mental, tak perlu ragu untuk dihipnoterapi. Hipnoterapi aman dan nyaman. Tentu saja anda harus memilih terapis yang ahli dan berpengalaman agar mendapatkan hasil yang terbaik.
Jika dibilang untuk hiburan, saya kira hipnotis Uya Kuya termasuk berhasil. Orang tertawa melihat aksi Uya Kuya menghipnotis 'korban/suyet'. Dan, banyak pemirsanya sehingga acaranya terus tayang.
Sebagai praktisi hipnosis dan hipnoterapi, saya memiliki pandangan yang berbeda. Uya Kuya, secara tidak langsung telah memberikan pengetahuan yang keliru tentang hipnotis kepada masyarakat. Setidaknya, beberapa orang, sebagian besar klien saya menganggap atau berpikiran bahwa hipnotis adalah seperti yang dilakukan Uya Kuya. Punya kesan negatif. Hipnotis identik untuk lucu-lucuan dan buka-buka rahasia seperti yang ada di televisi.
Sesungguhnya ini adalah bagian tanggung jawab kami, para praktisi hipnosis dan hipnoterapi untuk meluruskan pemahaman tentang hipnotis. Menurut saya, proses hipnosis yang dilakukan Uya Kuya perlu diragukan. Berdasar pengalaman, dalam kondisi terhipnosis, bicara seseorang menjadi cenderung pelan, berat, dan ada jeda yang agak lama. Belum lagi dengan nafas, tubuh maupun mimik muka, dalam acara hipnotis Uya Kuya terkesan dibuat-buat.
Tentu saja akan lebih jelas jika saya bisa melihatnya secara langsung pada saat acara. Meski begitu, cukuplah saya memikirkan itu sebagai hiburan belaka. Mengenai apakah benar-benar sudah terhipnosis 'korban/suyet'nya? Saya kira, pemirsalah yang telah terhipnosis oleh acara itu. Mereka tertawa, mereka senang melihat orang 'dikerjain'. Dan, itulah yang diinginkan dari acara itu, menghibur pemirsa.
Belakangan, Uya Kuya tidak menyebut apa yang ia lakukan dengan hipnotis melainkan relaksasi. Hanya mengganti nama, namun melakukan hal yang sama. Melalui tulisan ini, saya ingin menyampaikan lagi bahwa hipnosis maupun hipnoterapi tidaklah seperti hipnotis Uya Kuya. Memang ada kemiripan, hanya saja proses maupun hasilnya yang berbeda. Selain memang tujuannya berbeda.
Jika anda sedang mengalami masalah emosi dan mental, tak perlu ragu untuk dihipnoterapi. Hipnoterapi aman dan nyaman. Tentu saja anda harus memilih terapis yang ahli dan berpengalaman agar mendapatkan hasil yang terbaik.

Keren, nice post
BalasHapusHIPNOTIS JOGJA