Apa itu Hipnotis?
Dalam beberapa tahun belakangan, hipnotis menjadi sangat terkenal di masyarakat Indonesia. Hal ini sangat dipengaruhi oleh tayangan televisi yang menyajikan hiburan dengan acara yang berbau hipnotis. Sayangnya, tayangan tersebut hanya mengedepankan unsur hiburan ketimbang edukasi bagi masyarakat. Bahkan, pemberitaan media juga kerapkali negatif mengenai hipnotis yaitu kejahatan hipnotis yang kerap terjadi. Masyarakat secara umum kurang memahami apa itu hipnotis?
Sebagai praktisi hipnosis dan hipnoterapi, saya tergerak untuk meluruskan pemahaman salah yang ada di masyarakat mengenai hipnotis. Melalui tulisan dan juga seminar maupun pelatihan yang saya berikan, saya ingin memberikan pemahaman yang benar dan juga aplikasi yang positif mengenai hipnotis ini.
Baiklah, mari saya luruskan apa itu hipnotis? Secara istilah, sebenarnya telah terjadi salah kaprah di masyarakat. Pengertian hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis atau pelakunya. Sementara hipnosis adalah ilmunya, dan inilah yang dimaksud oleh masyarakat. Sebuah ilmu yang masuk dalam ranah psikologi. Seperti psikologi sebagai ilmunya, ada psikolog sebagai pelakunya.
Hipnosis sendiri berasal dari kata hypnos yang berarti dewa tidur dalam mitologi Yunani. Meski istilah ini kurang tepat dan telah diluruskan, tetap saja istilah hipnosis yang lebih populer. Sementara di Indonesia, istilah hipnotis lebih populer yang sebenarnya ditujukan untuk istilah hipnosis.
Nah, sebenarnya apa itu hipnotis? Hipnotis (baca hipnosis) adalah sebuah ilmu komunikasi tingkat tinggi yang mampu menjangkau dua tingkatan komunikasi yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Komunikasi dengan cara hipnosis bersifat sangat sugestif sehingga bisa mengalihkan fokus ekternal seseorang ke internal seseorang.
Jadi, Anda sekarang sudah mulai memahami apa itu hipnotis? Ia hanyalah sebuah ilmu komunikasi. Dengan struktur tertentu, seseorang bisa 'menguasai' pikiran seseorang dengan hipnosis ini. Tentu saja, sangat bermanfaat jika digunakan untuk kebaikan dan merugikan jika digunakan untuk keburukan. Hipnotis netral, kembali kepada siapa yang melakukan. Jika orang baik seperti Anda tidak belajar dan menggunakan hipnotis, maka orang jahatlah yang memanfaatkannya.
Demikian ulasan mengenai hipnotis saya akhiri sampai di sini. Baca pula ulasan lain mengenai hipnotis agar Anda lebih memahami dan mendapat manfaatnya. Terima kasih dan salam sugesti.
Hipnosis sendiri berasal dari kata hypnos yang berarti dewa tidur dalam mitologi Yunani. Meski istilah ini kurang tepat dan telah diluruskan, tetap saja istilah hipnosis yang lebih populer. Sementara di Indonesia, istilah hipnotis lebih populer yang sebenarnya ditujukan untuk istilah hipnosis.
Nah, sebenarnya apa itu hipnotis? Hipnotis (baca hipnosis) adalah sebuah ilmu komunikasi tingkat tinggi yang mampu menjangkau dua tingkatan komunikasi yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Komunikasi dengan cara hipnosis bersifat sangat sugestif sehingga bisa mengalihkan fokus ekternal seseorang ke internal seseorang.
Jadi, Anda sekarang sudah mulai memahami apa itu hipnotis? Ia hanyalah sebuah ilmu komunikasi. Dengan struktur tertentu, seseorang bisa 'menguasai' pikiran seseorang dengan hipnosis ini. Tentu saja, sangat bermanfaat jika digunakan untuk kebaikan dan merugikan jika digunakan untuk keburukan. Hipnotis netral, kembali kepada siapa yang melakukan. Jika orang baik seperti Anda tidak belajar dan menggunakan hipnotis, maka orang jahatlah yang memanfaatkannya.
Demikian ulasan mengenai hipnotis saya akhiri sampai di sini. Baca pula ulasan lain mengenai hipnotis agar Anda lebih memahami dan mendapat manfaatnya. Terima kasih dan salam sugesti.

Komentar
Posting Komentar